Senin, 26 Januari 2009

.....SELINGKUH....Komunikasi dan Instropeksi Diri...


Selingkuh tidak hanya diartikan dengan adanya hubungan pria dan wanita secara "ilegal" ( di mana salah satu dari mereka telah memiliki pasangan atau dua-duanya telah memiliki pasangan -- baik yang dilegalkan oleh lembaga perkawinan maupun baru dalam taraf pacaran-- tetapi menyukai orang lain yang bukan pasangannya). Selingkuh bisa diartikan banyak hal...So, yang dimaksud dengan selingkuh adalah menggunakan atau melakukan sesuatu diluar kesepakatan atau sepengetahuan pihak yang terlibat dalam suatu "ikatan" atau "relationship" tersebut, or lebih sakralnya pihak yang membuat "komitmen".
"Issue" yang paling populer adalah selingkuh dengan obyek adanya WIL atau PIL... Dan ini selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas karena melibatkan banyak "aspek" dari perasaan, ikatan perkawinan, "etika", sosial dan budaya. Yang paling seru adalah munculnya pembenaran-pembenaran kenapa hal tersebut ( selingkuh ) bisa terjadi, yang tak lain adalah dengan saling menyalahkan ( lebih parah lagi justru pihak ketiganya yang disalahkan ) dan mengedapankan kekurangan pasangannya.
Bukan rahasia umum pula bahwa sebagian orang akan "menunjuk" dan memojokkan pihak ketiga sebagai pihak yang patut dipersalahkan.

Suatu hubungan atau "relationship" itu merupakan "komitmen" yang disepakati oleh minimal 2 pihak. Saat salah satu dari pihak itu keluar atau melanggar dari komitmen apapun sebabnya, bisa diasumsikan bahwa ada "problem" diantara keduanya.

Untuk pertamakali yang harus disadari dan dilakukan adalah instropeksi terhadap diri sendiri, renungkan... kenapa selingkuh bisa terjadi...? Kedua, tanyakan pada pasangan, kenapa dia melanggar komitmen tersebut.. ? Sebesar apapun "godaan" kalau kita berpegang teguh pada "komitmen" yang telah dibuat maka kemungkinan tergoda sangatlah kecil... Justru itu merupakan ujian, bisakah kita melewati ujian tersebut...? Kalau memang diantara keduanya sudah tidak bisa "melaksanakan" komitmen tersebut, perlu "koreksi" dari kedua belah pihak...Pertahankan atau "selesai"...
So...Kalau ada perselingkuhan apakah pantas dan tepat jika pihak ketiganya yang disalahkan...???... Pikirkan...
Segala masalah sebenarnya bermuara dari diri sendiri bukan dari orang lain. Begitu pula selingkuh yang tidak ada kaitannya dengan WIL or PIL...Misal: Diam-diam mengirim uang untuk keluarga seperti: orangtua, adik, kakak atau saudara lain tanpa sepengetahuan pasangan kita. Kenapa untuk mengirim uang saja harus diam-diam....? Pasti ada masalahkan...? Dan masalah tersebut sudah bisa dipastikan pula tidak bisa dibicarakan dengan pasangannya karena mungkin takut ribut, tahu sifat pasangan yang "keras" sehingga sudah pasti tidak setuju dan masih banyak lagi hal lain..So...Ujung-ujungnya apa..? Hanya satu kata KOMUNIKASI....
Apa yang dapat disimpulkan....?

Komunikasi dan keterbukaan dalam menghadapi segala hal antar pihak adalah sesuatu yang "very...very important" dan harus terjalin dengan baik. Jangan pernah mengkambinghitamkan atau yang lebih parah lagi menyalahkan "pihak ketiga"... Tidak ada istilah Wanita atau Pria penggoda atau pihak-pihak lain sebagai penggoda... Yang ada adalah Instropeksilah terhadap diri sendiri....

Sebuah tulisan yang masih jauh dari sempurna...
Komunikasi dan Instropeksi Diri....

1 komentar:

Helmi Rizza mengatakan...

tylisan bagus dan masukan sebagaai sarana introspeksi diri yg cukup..good luck