Selasa, 27 Januari 2009

Weekend...DUFAN...KARAOKEAN...Batukkk..

Weekend....Kemana nich....?????

Sabtu, 24 Januari 2009...

Ups, akhirnya setelah hari-hari sebelumnya dipadati dengan meeting dan workshop, disepakatilah ke Dufan...Wow...Kapan terakhir ya....Emmm, awal tahun 2007. Dengan semangat dan di kepala penuh rencana-rencana untuk mencoba seluruh wahana berangkatlah aku dengan teman-teman kantor ke sana...Oiya, aku juga ajak Ningtyas, teman sekaligus Ibu kosku yang bikin teman kantorku ternganga ..."ternyata masih muda banget ya and modis lagi" Ahaaa...Emang enak "tertipu"..ha...ha..ha...Seru dech...

Sesampai di sana, diluar dugaan aku shock berat setelah naik Kora-kora... Hilang sudah keinginan untuk mencoba seluruh wahana yang menantang dan memacu adrenalin seperti Kicir-kicir dan Halilintar... Ternyata aku sudah tidak seberani dulu, yang semuanya pernah ku coba...Satu wahana baru dan ternyata aku tetap tidak berani untuk mencoba...adalah..TORNADO.... Gile bener...Dipaksa-paksa teuteup nggak berani....
Seharian aku habiskan waktu di Dufan hingga berbasah ria karena arung jeram.....Lumayan menguras tenaga tapi asyiiik...Kapan lagi rame-rame ke Dufan karena bulan depan ( Februari 2009) aku mutasi ke Solo... Ya...Sekaligus acara perpisahan....
Minggu, 25 Januari 2009.....

Belum puas senang-senang di Dufan, aku menghabiskan hari dengan berkaraoke ria di Happy Puppy Kelapa Gading dengan Ningtyas... Kita ambil paket Jam 12.00 hingga jam 18.00 wib...Aku datang agak telat karena nengok kakak teman yang dirawat di RS Mitra Jatinegara...Tepat pukul 13.00 Wib aku tiba di HP... Di sana Ningtyas udah setengah jam lebih dulu nyanyi sendirian...Sorry telat...Muacet...

Wah, suaraku mulai serak...Tapi tetap ku paksa dengan mengeluarkan seluruh "power" yang ada... Maklum menyanyi sudah sangat mendarah daging he..he...he... Yang ada dipikiranku, weekend ini aku mau isi dengan refreshing total... Senang-senang bersama teman sebelum kepindahanku...Pokoknya OGI ( ogah rugi ) deh, baru mau keluar HP begitu jam 18.00 tepat... Dan batuk tidak terhindarkan lagi.... Akhirnya.....
Senin, 26 Januari 2009....

Aku "teler" dengan batuk yang lumayan beruntun... Seharian deh kuhabiskan "mendekam" di kamar, bermalas-malasan.... Aku benar-benar istirahat total...Ya...diselingi kegiatan kecil buka-buka FB, menyapa teman-teman masa kecil dulu yang "terkumpul" di komunitas tersebut ( FB )....
Eemmm...Waktunya istirahat lagi nih....Besok mulai masuk kerja....
Weekend menyenangkan...DUFAN...KARAOKEAN...eeehh...Batuk dech..

Senin, 26 Januari 2009

.....SELINGKUH....Komunikasi dan Instropeksi Diri...


Selingkuh tidak hanya diartikan dengan adanya hubungan pria dan wanita secara "ilegal" ( di mana salah satu dari mereka telah memiliki pasangan atau dua-duanya telah memiliki pasangan -- baik yang dilegalkan oleh lembaga perkawinan maupun baru dalam taraf pacaran-- tetapi menyukai orang lain yang bukan pasangannya). Selingkuh bisa diartikan banyak hal...So, yang dimaksud dengan selingkuh adalah menggunakan atau melakukan sesuatu diluar kesepakatan atau sepengetahuan pihak yang terlibat dalam suatu "ikatan" atau "relationship" tersebut, or lebih sakralnya pihak yang membuat "komitmen".
"Issue" yang paling populer adalah selingkuh dengan obyek adanya WIL atau PIL... Dan ini selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas karena melibatkan banyak "aspek" dari perasaan, ikatan perkawinan, "etika", sosial dan budaya. Yang paling seru adalah munculnya pembenaran-pembenaran kenapa hal tersebut ( selingkuh ) bisa terjadi, yang tak lain adalah dengan saling menyalahkan ( lebih parah lagi justru pihak ketiganya yang disalahkan ) dan mengedapankan kekurangan pasangannya.
Bukan rahasia umum pula bahwa sebagian orang akan "menunjuk" dan memojokkan pihak ketiga sebagai pihak yang patut dipersalahkan.

Suatu hubungan atau "relationship" itu merupakan "komitmen" yang disepakati oleh minimal 2 pihak. Saat salah satu dari pihak itu keluar atau melanggar dari komitmen apapun sebabnya, bisa diasumsikan bahwa ada "problem" diantara keduanya.

Untuk pertamakali yang harus disadari dan dilakukan adalah instropeksi terhadap diri sendiri, renungkan... kenapa selingkuh bisa terjadi...? Kedua, tanyakan pada pasangan, kenapa dia melanggar komitmen tersebut.. ? Sebesar apapun "godaan" kalau kita berpegang teguh pada "komitmen" yang telah dibuat maka kemungkinan tergoda sangatlah kecil... Justru itu merupakan ujian, bisakah kita melewati ujian tersebut...? Kalau memang diantara keduanya sudah tidak bisa "melaksanakan" komitmen tersebut, perlu "koreksi" dari kedua belah pihak...Pertahankan atau "selesai"...
So...Kalau ada perselingkuhan apakah pantas dan tepat jika pihak ketiganya yang disalahkan...???... Pikirkan...
Segala masalah sebenarnya bermuara dari diri sendiri bukan dari orang lain. Begitu pula selingkuh yang tidak ada kaitannya dengan WIL or PIL...Misal: Diam-diam mengirim uang untuk keluarga seperti: orangtua, adik, kakak atau saudara lain tanpa sepengetahuan pasangan kita. Kenapa untuk mengirim uang saja harus diam-diam....? Pasti ada masalahkan...? Dan masalah tersebut sudah bisa dipastikan pula tidak bisa dibicarakan dengan pasangannya karena mungkin takut ribut, tahu sifat pasangan yang "keras" sehingga sudah pasti tidak setuju dan masih banyak lagi hal lain..So...Ujung-ujungnya apa..? Hanya satu kata KOMUNIKASI....
Apa yang dapat disimpulkan....?

Komunikasi dan keterbukaan dalam menghadapi segala hal antar pihak adalah sesuatu yang "very...very important" dan harus terjalin dengan baik. Jangan pernah mengkambinghitamkan atau yang lebih parah lagi menyalahkan "pihak ketiga"... Tidak ada istilah Wanita atau Pria penggoda atau pihak-pihak lain sebagai penggoda... Yang ada adalah Instropeksilah terhadap diri sendiri....

Sebuah tulisan yang masih jauh dari sempurna...
Komunikasi dan Instropeksi Diri....

Sabtu, 17 Januari 2009

COBAAN....GURATAN BUAT SOBATKU......

Cobaan...Ujian yang bagi umat manusia (dirasa/dan merasa) datangnya tiba-tiba...
Shock...Tidak percaya...Sedih...bahkan "marah" jadi satu...

Berat, sangat berat...Dan kadang kita seolah tidak sanggup dan belum siap menghadapinya...
Tapi semua itu harus kita alami dan jalani...

Kehilangan orang yang sangat kita cintai untuk selamanya sangat menyakitkan dan membuat kita sangat sedih....
Kenapa harus direnggut dari dekapan kita....? Kenapa secepat ini...? Kenapa tidak ada pesan-pesan...? Dan kenapa-kenapa yang lain, yang dengan terus menerus menjadi pertanyaan dalam duka...

Semuanya sulit "dibayangkan" dan diterima... Tapi, perjalanan hidup kita masih panjang ( semoga Tuhan mengijinkan ), manfaatkan itu dengan tidak larut dalam kesedihan yang berkepanjangan... Tataplah "malaikat-malaikat" kecil kita yang juga menatap dengan pandangan minta perlindungan, dukungan, kasih sayang dan berharap kekuatan dari kita.

Segeralah bangkit dari kesedihan....
Yakinlah bahwa Tuhan tidak akan memberikan Cobaan diluar batas kemampuan manusia....

Yakinlah bahwa hari esok yang lebih baik telah menanti kita.....

With Love...Especially for Neny Triana Bratanegara

PRINSIP

Prinsip ( positif ) merupakan salah satu "bagian" penting selama kita menjalani kehidupan ini. Dengan memiliki prinsip setidaknya kita punya 'patokan' atau suatu "pegangan" sebagai tolok ukur segala aktifitas "hidup" yang kita jalani... Prinsip juga bisa dijadikan "rem" dan sebagai "mesin" pengingat kita bahwa 'kita memiliki sesuatu yang dipegang teguh dan membedakannya dengan orang lain'... Walau tidak semua prinsip yang dipunya selalu dipandang positif oleh orang lain but untuk prinsip memang tidak perlu mendengar apa kata orang...

Dalam menjalani kehidupan, kita "mengolesnya" dengan banyak "warna dan bumbu"...Tapi bukan berarti "warna dan bumbu" itu selalu dihiasi dengan "hawa panas" like: amarah, kelelahan yang dibuat-buat, sandiwara yang berlebihan bahkan kebohongan untuk kebaikan dijadikan alasan "mutlak"...

Prinsip tidak "lahir" begitu saja secara mendadak...alias tidak instan... Biasanya hal ini terbentuk mengikuti karakter orang tersebut... Lalu bagaimana dengan orang yang mempunyai prinsip selalu berubah-ubah....? Wah, itu bisa dikatakan bukan prinsip tetapi suatu "hasrat" atau keadaan di mana orang tersebut mungkin sedang dalam kondisi labil kehidupannya, sehingga secara mendadak dia mempunyai suatu keinginan dan memproteksi diri terhadap hal diluar keinginannya tersebut... Apabila hal ini terjadi biasanya orang akan cenderung selalu mencari-cari kesalahan orang lain...

Well...Mungkin ini awal dari sedikit coretan sederhana... GNP....
Prinsip...Don't forget it....